Pada tanggal (18/4) berlangsung seminar menarik di bidang kemaritiman. Mengambil tema “Seminar Karir Era Industri 4.0; Bisnis Pelayaran Pelabuhan 2019 dan Penandatanganan MOU” berlangsung menarik di Aula SMAN 7 Yogyakarta.

“Saya menyambut gembira acara ini, karena selain nara sumber berkompeten dalam bidangnya, saya memandang bahwa lulusan sma perlu mengetahui karir alternative di dunia pelayaran dan pelabuhan dewasa ini, “ujar Drs Budi Basuki MA, Kepala SMAN 7 Yogyakarta.

Tampil sebagai nara sumber antara lain Dr. Wegig Pratama MPd, Direktur Akademi Maritim Yogyakarta (AMY), Evada Rustina SE, MM, Direktur Akademi Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga (AKPN) Bahtera Yogyakarta, dan Nugroho Dwi Priyohadi, MSc, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi dan Manajemen Kepelabuhan (STIAMAK) Barunawati Pelindo III Group Surabaya.

“Sesuai dengan visi pembangunan SDM Kemaritiman, kami memang komitmen jalin sinergi lintas perguruan tinggi untuk mewujudkan SDM Maritim yang siap bersaing di era industry 4.0, sehingga para lulusan SMA pun perlu diedukasi bahwa karir tidak hanya menjadi dosen, dokter, pns, tentara, atau apparat lainnya, namun juga di dunia industry pelabuhan dan pelayaran, “ujar Nugroho, Ketua STIAMAK yang merupakan alumni SMAN 7 Yogyakarta dan menyeleseikan S2 master of science di bidang port management dari Swedia.

“Kami siap sinergi dengan semua lembaga perguruan tinggi dan praktisi bidang pelabuhan dan pelayaran, karena saya percaya sinergi adalah kata kunci untuk meningkatkan kompetensi kita melahirkan SDM kemaritiman yang kompetitif di pasar tenaga kerja dunia, “ujar Dr. Wegig Pratama MPd, Direktur AMY yang sudah malang melintang di berbagai belahan dunia dalam rangka pendidikan maritime.

Hal yang sama diungkapkan oleh Evada Rustina SE, MM, Direktur AKPN Bahtera Yogyakarta yang meskipun wanita namun mampu memimpin lembaga pendidikan maritime.

“Orang mengira bahwa dunia maritime hanya untuk kaum laki-laki, namun era industry 4.0 ini kita kaum wanita semakin diperlukan di dunia pelayaran dan pelabuhan, karena digitalisasi dan komputerisasi menyebabkan tuntutan ketrampilan bukan lagi terlalu fisik operasional lapangan, namun bisa dioperasikan di dalam ruangan yang penuh dengan teknologi computer, “ujar Evada, sambal mencontohkan banyaknya wanita operator crane di Terminal Teluk Lamong berbasis computer yang dikenal sebagai salah satu terminal otomatis paling beken di Asia bahkan dunia.   

Acara seminar yang diikuti tidak kurang dari 75  orang guru, siswa, taruna, praktisi,  dan tenaga didik lainnya dilengkapi dengan penandatanganan MOU antara STIAMAK dengan AMY, AKPN Bahtera dan Yayasan Wibhakta Alumni SMAN 7 Yogyakarta.

“Kita berharap MOU ini dapat memacu pembangunan SDM Maritim sebagaimana dicanangkan sebagai prioritas pemerintah saat ini dan ke depan, “imbuh Nugroho.

Pembangunan SDM bidang maritime pada kenyataannya memang sedang menjadi prioritas pemerintah dewasa ini. Acara seminar di SMAN 7 Yogyakarta yang diprakarsai STIAMAK ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi proaktif untuk mewujudkan dan ikut berkontribusi membangun negeri. (HUMAS STIAMAK)