jpnn.com, SURABAYA - Bisnis maritim Indonesia cukup menjanjikan. Karena potensinya besar dan masih banyak wilayah yang belum dijangkau. Hal itu dikatakan Executive Commercial Director Royal IHC Arne de Kock. Menurutnya banyaknya pulau menjadikan Indonesia sebagai negara dengan garis pantai terpanjang.

''Panjangnya garis laut Indonesia itu membuka peluang berbagai macam investasi. Reklamasi lahan, manajemen perlindungan pantai, dan pertumbuhan pelabuhan menjadi salah satu peluang investasi di Indonesia,'' ujarnya kemarin (11/12).

Sayangnya, pertumbuhan bisnis maritim di Indonesia terhambat sedimentasi dan kedalaman alur pelayaran. Karena itu, dredging atau pengerukan alur pelayaran merupakan faktor utama membuka bisnis perhubungan laut.

Ketua STIAMAK Barunawati Surabaya Nugroho Dwi Priyohadi menuturkan, pengerukan jalur pelayaran merupakan faktor vital sebagai bagian dari infrastruktur laut. Diharapkan, dengan makin terbukanya jalur laut di Indonesia, biaya logistik antarpulau juga lebih efisien.

Nugroho menekankan pentingnya edukasi mengenai pengerukan alur pelayaran ini. Karena itu, pihaknya mengadakan seminar dengan mengundang berbagai stakeholder dari bisnis perhubungan laut. Badan Usaha Pelabuhan dan Pelindo yang hadir tidak hanya mendapat pengetahuan tentang teknologi kapal pengeruk terbaru, tetapi juga layanan pelatihan sumber daya manusia mengenai pengerukan alur pelayaran tersebut.

''STIAMAK menggandeng Royal IHC yang bergerak di bidang shipyard, terutama di bidang dredging,'' tutur Nugroho. Selain itu, regulator menjadi stakeholder penting dalam bisnis maritim. (ell/c14/oki)